Boleh jadi
pikiran kita sendiri harus terabaikan
Musuh? Terkadang
semua hal minus di kepala adalah momok kita
Segaian soal
di hidup kita yang tak tersampaikan, bukan berarti tak dapat kita tuju
Tak juga
berarti belum cukup waktu untuk mendapatkannya
Tetapi memang
bukan untuk kita
Lebih banyak
yang pantasnya mendapatkannya
Ini akan
menjadikan kita tak kecewa ketika membayangkan orang yang pantas memilikinya
Dengan segala
kekurangan mereka dibangingkan kita
Jangan
terpengaruh dengan musuh khayalan kita karena hanya dengan itu akan
menjadikanmu rendah
Bahkan ketika
semua orang membicarakan harta
Semua kerja
keras adalah sumber dari inti jawabannya, bukankah begitu? Atau lainnya, Boo?
Terlepas dari
pemberian orang lain atau sebuah kotak hadiah sebagai ucapan selamat dan kasih
sayang
Bukankah
kebanggaan diri itu menangkap yang ingin ditangkapnya dengan tangan sendiri?
Sehingga diri
kita tidak untuk meminta bahkan mengemis
Lalu
bagaimana dengan mereka yang mendapatkan hasil dari kerja kerasnya
Namun tak
puas hingga masih meminta, walaupun bukan sekandung sedarah?
Itu hanya
bualan busuk jika mereka masih dapat mengatakan pantas menerima
Dengan alasan,
mereka adalah salah satu yang terkasih dan semuanya bentuk kasih sayang
Membayangkannya
saja membuatku merinding dan malu
Boo, apa
jadinya jika semuanya melakukan yang serupa?
Apa guna
semua hasil kerja kerasnya?
Sebagai
simpanan? Pegangan hidup? Itukah dipikiran pribadi seperti itu?
Mengunci erat
yang dimiliki tanpa digunakan, namun menempel sebagai lintah pada seseorang
Untuk mendapatkan
apa yang ingin dirinya tangkap,
Tanpa membuka
gembok hasil sendiri sehingga tak berkurang
Lalu mengapa
harus berkeringat jika mereka hanya menghasilkan sesuatu dengan meminta seperti
itu?
Sungguh lebih
menyedihkan dari seorang tunawisma, yang pada hakekatnya benar tak mampu
Benarkah mereka
dapat membedakan?
Pemberian
dengan hati atau pemberian dengan pati?
Atau aku yang
tak paham dan sepaham?
Boo, aku
hanya ingin mengungkapkan taksiranku tentang ini



