Hai Boo,
Sore yang teduh untuk tetap bertahan
Terlihat kuat bukan berarti mampu
Hanya tak ingin menampakkan diri yang seperti kapas
Bukan berarti meruap berdiam diri
Harus tetap beranjak dan terus berlari
Meskipun tak semudah air membasahi perahu kertas
Waktu tak bisa terus sembunyi mengelak melihat usaha ini
Kamu tau Boo,
Aku selalu ingat kalimat ini, “Anak cantik Ibu, pasti bisa.”
Raja dan ratu selalu bangga dan percaya dengan putrinya
Meskipun sang putri ragu, sang baginda tau kemampuannya
Tapi ini bukan titiknya,
Seperti angin yang melewati celah pohon bambu, bersuara
begitu merdu
Dirasa tak mungkin, tak masuk akal
Akan ada detik, ketika melalui, dan melampauinya
Boo,
Kamu percaya kan, sang Putri pasti bisa?

