Selasa, 15 Maret 2016

Boo, sang putri bertahan






Hai Boo,

Sore yang teduh untuk tetap bertahan
Terlihat kuat bukan berarti mampu
Hanya tak ingin menampakkan diri yang seperti kapas
Bukan berarti meruap berdiam diri
Harus tetap beranjak dan terus berlari

Meskipun tak semudah air membasahi perahu kertas
Waktu tak bisa terus sembunyi mengelak melihat usaha ini

Kamu tau Boo,
Aku selalu ingat kalimat ini, “Anak cantik Ibu, pasti bisa.”
Raja dan ratu selalu bangga dan percaya dengan putrinya
Meskipun sang putri ragu, sang baginda tau kemampuannya

Tapi ini bukan titiknya,
Seperti angin yang melewati celah pohon bambu, bersuara begitu merdu
Dirasa tak mungkin, tak masuk akal
Akan ada detik, ketika melalui, dan melampauinya


Boo,
Kamu percaya kan, sang Putri pasti bisa?



Minggu, 13 Maret 2016

Boo, today is homesick





Hai Boo,

Rinduku datang bukan karena ingin bertemu orang tersayang
Tapi rinduku datang saat aku berada di ruang kosong sendiri
Rinduku menyiksa bukan karena merasa jauh dengan orang terkasih
Tapi rinduku menyiksa disaat aku tidak bisa menahan air mata

Aku bukan takut karena berada berjauhan
Aku hanya takut tidak bisa melihat apa yang akan terjadi disana
Aku bukan takut sendiri seperti ini
Aku hanya takut akhirnya melupakanku disini

Aku hanya merasa takut kehilangan waktu bersama mereka

Ada kalanya ingin mandiri
Namun ternyata ada masanya ingin manja dimengerti
Ada kalanya ingin sendiri
Namun ternyata ada masanya ingin mereka disini

Boo,
Apa kau yakin keadaan ini bisa membantuku?
Apa kau yakin aku bisa?

Sekali lagi, aku hanya takut kehilangan waktu bersama mereka