Kamis, 07 April 2016
Boo, dalam nostalgia
Hai Boo,
Diam tanpa apa-apa, mengusikku tentang kenangan lalu
Bagai album foto usang yang tertata rapi
Berdebu namun begitu artistik indah
Setiap gambarnya membawa kenangan yang berbeda
Bahkan halamannya mengisahkan cerita berparak mengesankan
Bukan berbeda, tak juga disebut sama dengan lainnya
Sebuah hari dikisahkan sebagai purwanya
Pertemuan dengan bertahuan, saling sapa
Membawa mereka singgah bersama hari-hari di masa itu
Sani tak terbenam diantara kisah yang berbeda
Warna-warni kembang memberikan aroma berlainan
Disepanjangnya sebagian nampak durinya
Paham laku mereka bagai kembang
Memberikan keindahan semerbak di nostalgia
Boo,
Mereka pula kampung halamanku
Rindu tak terputus untuk berbagi bercerita tertawa bersama
Bagai bintang, jauh di angkasa terlihat dekat selalu indah
Dan berharap mereka...
Bukan dibelakang, sewaktu-waktu mungkin menghilang
Tak jua didepan, entah berlari meninggalkan
Hanya ingin disamping, untuk selalu berdampingan
Kamu akan seperti itu kah, Boo ?
Jumat, 01 April 2016
Boo, tak boleh hanyut
Hai Boo,
Sore yang dingin
Berpaku keluar jendela, dan hujan tumpah dengan derasnya
Sementara dilain tempat
Berkabar
Semua orang merasakan hal yang sama
Berulangkali bahkan setiap kali menjalaninya
Saling berpapasan, bertegur sapa
Saling bergandengan, berjalan bersama
Bahkan bersaling, bersaing
Masalah ibarat bayangan diri
Tak pernah lepas dan menghilang
Hanya perlu terus berjalan dengannya bersanding pada langkah kita
Maka tak akan perlu tertabrak karena terus melihat ke bawah
Terus berjalan melihat kedepan
Bukan berarti tak akan menoleh ke kanan, ke kiri
Fokus kebawah bukan untuk meratapi masalah yang datang bersama bayangan
Sekedarlah melihat dan mencari jalan keluar untuk kembali melangkah maju
Berbalik sesekali, melihat kebelakang
Mereka yang lukanya lebih pedih, begitu banyak
Untuk tetap berikatan saling berbagi
Jagalah pandangan ke langit atas
Hanya akan menuntunmu untuk iri hati
Ingatlah satu hal Boo,
Pada akhirnya manusia hanya bisa mengikuti jalan yang telah direncanakan-Nya
Tinggalah keputusan untuk tetap berjalan lurus atau berpindah ke jalur lain
Yang tak jarang menjadi semakin rumit
Tak ada dalam kamus berusaha kata menyerah
Menyerah bukanlah alasan atas usaha yang gagal
Karena kegagalan itu sendiri adalah kata menyeah
Dan bantulah aku selalu menyimpannya di setiap perjalananku
Langganan:
Postingan (Atom)

